ARUS BALIK PRAMOEDYA PDF

Aug 13, Amanda Rachmadita rated it it was amazing Jika selama ini Tetralogi Pulau Buru dianggap puncak dari kegemilangan seorang Pramoedya Ananta Toer, melalui Arus Balik harus saya akui bahwa hampir seluruh karya Pram adalah karya sastra monumental yang dicapai oleh seorang novelis Indonesia. Arus Balik pun saya anggap sebagai karya ambisius Pram, karena ia tak hanya menjabarkan perjalanan sejarah Nusantara dari masa-masa kejayaan kerajaan di Nusantara tetapi juga memberikan berbagai gambaran, intrik dan polemik dari sisi lain periodisasi Jika selama ini Tetralogi Pulau Buru dianggap puncak dari kegemilangan seorang Pramoedya Ananta Toer, melalui Arus Balik harus saya akui bahwa hampir seluruh karya Pram adalah karya sastra monumental yang dicapai oleh seorang novelis Indonesia. Arus Balik pun saya anggap sebagai karya ambisius Pram, karena ia tak hanya menjabarkan perjalanan sejarah Nusantara dari masa-masa kejayaan kerajaan di Nusantara tetapi juga memberikan berbagai gambaran, intrik dan polemik dari sisi lain periodisasi kerajaan-kerajaan Hindu-Budha, Islam bahkan masuknya agama Kristen di Nusantara pada masa itu. Novel ini sesungguhnya bukan novel sejarah murni, tetapi berbagai cerita antara fiksi dan sejarah justru membuat Arus Balik semakin memukau untuk dibaca dan direnungkan.

Author:Mokree Shakinos
Country:Swaziland
Language:English (Spanish)
Genre:Video
Published (Last):21 November 2008
Pages:269
PDF File Size:5.16 Mb
ePub File Size:12.6 Mb
ISBN:642-7-83129-884-8
Downloads:60861
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Melrajas



Thread kali ini akan membahas salah satu novel legendaris Indonesia, kenapa legendaris? Apakah teman-teman mengenal sosok ini? Keterlibatan Pram di organisasi Lekra Lembaga Kebudayaan Rakyat membuat dirinya pernah di penjara di Pulau Buru, bahkan beberapa bukunya pernah dibakar. Novel ini mengisahkan sebuah arus yang berbalik, setelah keruntuhan kerajaan Majapahit M membuat Nusantara yang dahulunya merupakan mercusuar dari Selatan dan membawa arus ke arah Utara, akhirnya harus menerima kenyataaan bahwa arus telah berbalik.

Hingga pada akhirnya Indonesia dan sekitarnya Nusantara saat itu harus menerima kenyataan sekian abad lamanya terjajah. Kemahiran Pram, mengisahkan suasana yang terjadi saat itu dengan gaya cerita, membuat kita akan sangat mudah mengetahui kebudayaan, pola pikir, perjuangan masyarakat Nusantara saat itu.

Karena itulah, Gua akan membahas sekilas Novel tersebut dalam resensi kali ini, Oke selamat membaca Arus Balik Nusantara menjadi saksi bisu, kehebatan kerajaan besar penguasa arus selatan hingga mampu menerjang penguasa kerajaan utara. Majapahit, menjadi kekuatan maritim terbesar pada abad nya - M , mengusai hampir seluruh bagian dari negara Indonesia saat ini, hingga Singapura Tumasik , Malaysia Malaya , dan beberapa negera ASEAN lainya.

Tapi, itu hanya kisah dongeng masa lalu bagi masyarakat desa saat itu. Kerajaan Majapahit sudahlah hancur dalam perang saudara tak berkesudahan, wafatnya sang Mahapatih Gajah Mada menjadi titik awal, kemudian berturut-turut peristiwa menggrogoti kerajaan ini, dan akhirnya lenyap setelah kedatangan agama Islam. Setelah itu Arus pun berbalik, kerajaan-kerajaan yang dahulunya berada dalam kekuasaan Majapahit akhirnya melepaskan diri. Para keturunan bangsawan Majapahit pun lebih memilih berkonsentrasi kepada kekusaaan yang tersisa, termasuk Raja Tuban Wilwatika.

Tidak seperti nenek moyangnya, Wilwatika tidaklah berhasrat untuk menguasai atau memperluas kekuasaanya,"Perdamaian jauh lebih berarti buat rakyat, ucapnya.

Tapi, hidupnya akan berubah drastis bukan saja bergeraknya arus dari eksternal kedatangan Portugis dan internal munculnya Demak , namun yang lebih penting munculnya sosok Galeng pemuda desa yang muncul dalam hingar bingar arus tersebut. Galeng adalah pemuda desa yang memiliki ketangkasan, kecerdasaan, dan keberanian dibandingkan pemuda lain.

Kemampuan nya itu pun di tambah selama masih tinggal di desa, dia sering mendengar "ocehan" dari Rama Cluring yang katanya pernah merasakan kehebatan Majapahit. Kemampuan fisik disertai luasnya wawasan, menjadi modal penting Galeng untuk masuk sebagai pemeran dalam arus balik Nusantara saat itu. Hasilnya babak itu di mulai saat Galeng menghadiri kejuaraan di Tuban bersama kekasihnya Idayu. Kemenengan Galeng sebagai juara dalam kejuaran itu menjadi titik awal pergulatan pemuda desa itu.

Munculnya konflik seperti pengkhianatan, kehidupan feodal, munculnya para "penjilat", menambah konflik dalam kerajaan Tuban. Kedatangan Portugis menguasai Kerajaan Malaka menjadi babak awal Galeng sebagai duta Tuban dalam peperangan merebut Malaka, yang di pimpin oleh Adipati Unus Laksamana Demak , walau akhirnya pasukan Nusantara kalah karena belum bersatunya pasukan kerajaan tersebut. Selain kisah peperangan, dalam novel ini Pram pun mengisahkan bagaimana akulturasi budaya masyarakat Jawa yang dahulunya Hindu-Buddha menjadi Islam.

Walau peran Wali Songo tidak terlalu ditonjolkan tapi sosok Muhammad Firman Pada menjadi rujukan bagaimana Islam mulai masuk ke masyarakat Jawa. Muncullah drama di sini, bagaimana Firman berperang melawan budaya Hindu -Buddha yang masih kental saat itu.

Akhirnya sangat sedikit dari masyrakat jawa pedalaman yang me ameluk agama Islam. Sosok Firman ini menjadi sosok penting karena merupakan Musafir yang langsung diutus oleh Sunan Bonan untuk menyebarkan agama Islam.

Arus yang tadinya mengarah ke peperangan terhadap Portugis Peranggi berubah setahap demi setahap ke arah perluasan wilayah oleh Raden Trenggono.

Hal yang menggugurkan cita-cita Adipati Unus. Pram pun menyungguhkan, bagaimana bangsa-bangsa Nusantara saat itu bisa berkerja sama dengan pasukan Portugal Peranggi. Mulai dari Kerajaan Blambangan dan para pasukan pemberontak Ki Aji Benggala, membuat kita mengetahui cara para penjajah setahap demi setahap mendapat peluang untuk menaklukan Nusantara.

Tapi disini, kemampuan Galeng sebagai tokoh Protagonis akhirnya muncul dan daya karismanya mengalahkan aura Raja Walwatika. Akhirnya peperangan demi peperangan pun bermunculan di tanah Jawa, pulau yang tenang itu berubah menjadi daerah peperangan. Galeng, nantinya menjadi Wiragaleng akhirnya menjadi tokoh yang ditunggu untuk mengusir penjajah, menghentikan peperangan saudara, mempersatukan Nusantara layaknya Gajah Mada.

Tapi, seperti kata Pram bahwa Arus saat itu sudah berbalik, apakah Galeng mampu membalikan arus itu seperti dahulu kala? Atau tentu Arus -nya tetap Balik? Novel Arus Balik ini katanya merupakan karya terbaik dari Pramoedya Ananta Toer selain novel-novel ciptaanya. Tapi, kehebatan Pram menyajikan realisme sosial dalam kisah novel tentulah menjadi kekuatanya. Hal inilah yang membuat Pram bahkan bisa dibandingkan Bahkan lebih dengan J.

Tapi, diskriminasi terhadap Pram membuat karya-karya nya tidak pernah muncul. Padahal, sajian Novel Pram merupakan "Real" yang terjadi pada masyarakat. Mungkin Pram benar, sekarang Arus telah berbalik

CTO NEUMOLOGIA PDF

Download Ebook Novel Arus Balik Karya Pramoedya Ananta Toer

Thread kali ini akan membahas salah satu novel legendaris Indonesia, kenapa legendaris? Apakah teman-teman mengenal sosok ini? Keterlibatan Pram di organisasi Lekra Lembaga Kebudayaan Rakyat membuat dirinya pernah di penjara di Pulau Buru, bahkan beberapa bukunya pernah dibakar. Novel ini mengisahkan sebuah arus yang berbalik, setelah keruntuhan kerajaan Majapahit M membuat Nusantara yang dahulunya merupakan mercusuar dari Selatan dan membawa arus ke arah Utara, akhirnya harus menerima kenyataaan bahwa arus telah berbalik. Hingga pada akhirnya Indonesia dan sekitarnya Nusantara saat itu harus menerima kenyataan sekian abad lamanya terjajah.

EFEKT COMPTONA PDF

[PDF] Download Ebok Novel Arus Balik Pramoedya Ananta Toer Gratis

Terpaksa dia menulis hasil risetnya semasa tahanannya di Pulau Buru — tanpa membawa sebaris pun catatannya. Di negeri merdeka dan di antara manusia merdeka, orang merdeka menafsir, bagaimana dan ke mana pun mau ditafsirkan. Dia seorang Jawa, tetapi Pramoedya menulis dalam bahasa nasional Indonesia, negerinya di mana buku-bukunya sudah sejak lama diberangus. Yang pertama adalah Mochtar Lubis di tahun Pramoedya adalah orang Indonesia ke limabelas yang terpilih sebagai Pemenang Magsaysay. Yang terakhir menerima adalah Abdurrahman Wahid untuk Kepemimpinan Kemasyarakatan tahun Sejumlah orang dan 14 lembaga telah menerima hadiah tahunan Ramon Magsaysay sejak Hadiah itu dikeluarkan untuk menghormati Presiden Filipina yang tewas dalam kecelakaan pesawat terbang di tahun

Related Articles