PUPUNG PDF

Ia meminta dengan sangat agar keluarga besar Pupung menerima R dengan tangan terbuka. Karena, R juga masih darah daging Pupung. Kehidupan Aulia Kesuma bakal diselimuti nestapa usai menghabisi nyawa suami dan anak tirinya. Selain ancaman jeratan hukuman penjara seumur hidup, Aulia juga akan hidup dalampenuh kekhawatiran akan anaknya R yang baru berusia 4 tahun.

Author:Doujar Grozilkree
Country:Latvia
Language:English (Spanish)
Genre:Sex
Published (Last):21 December 2013
Pages:415
PDF File Size:9.54 Mb
ePub File Size:16.67 Mb
ISBN:334-9-78972-633-4
Downloads:88009
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tagar



Agenda sidang ini menghadirkan dua orang eksekutor yakni Kusmawanto alias Agus dan Muhammad Nursahid alias Sugeng. Dalam sidang tersebut menghadirkan dua orang saksi. Salah seorang saksi yang juga penyidik polisi menyebut, jika keduanya mau melakukan pembunuhan setelah dijanjikan sejumlah uang oleh istri korban yakni Aulia Kesuma. Saksi atas nama Sigit ini menceritakan awal mula menangkap kedua terdakwa dan pengakuan Aulia saat proses pemeriksaan.

Dia juga membeberkan peran kedua terdakwa yakni, Agus dan Sugeng. Keduanya disebut tak ingin melakukan pembunuhan. Namun, akhirnya mereka mau melakukan perbuatan itu setelah Aulia menjanjikan sejumlah uang. Keduanya juga ikut memukul serta menginjak korban Pupung. Keduanya juga diminta membakar korban. Namun batal dilakukan karena merasa kasihan.

Kesaksian Sigit dibantah kedua terdakwa yakni Sugeng dan Agus. Keduanya mengaku tak memukul dan menginjak korban. Saya tidak menginjak-injak. Saya diajak masuk, cek orangnya itu," kata Agus. Tak hanya itu, Agus juga membantah jika dirinya dijanjikan uang secara langsung oleh Aulia. Aulia itu yang bilang sendiri. Itu bilang sama Aki. Itu dijanjikan dari Aki," ucapnya. Sementara itu, Kuasa hukum terdakwa Balkis Nasution menjelaskan, kliennya sesungguhnya tidak ingin terlibat dalam pembunuhan.

Mereka ingin pergi setelah diajak bicara mengenai rencana pembunuhan di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Namun, kliennya ketika itu merasa terpengaruh oleh Aki. Tapi, karena mungkin Aki ini orang pintar, mereka mengaku pada kita semacam dihipnotis gitu," jelas Balkis.

Selain itu, kedua terdakwa juga dijanjikan uang dari Aulia sebesar Rp10 juta. Uang itu untuk ongkos pulang ke Lampung setelah melakukan pembunuhan.

Namun, uang itu dikantongi Aki. Sugeng dan Agus hanya mendapatkan Rp2 juta. Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum JPU Sigit Hendradi menunjukkan sejumlah barang bukti di hadapan hakim, saksi, terdakwa serta kuasa hukum terdakwa. Aulia Kesuma merupakan otak pembunuhan sekaligus pelaku pembakaran mayat seorang suami, Edi Candra alias Pupung Sadeli dan anak tirinya M Adi Pradana Perkara pertama dengan terdakwa Kusmawanto selaku eksekutor.

Selanjutnya perkara dengan terdakwa Aulia Kusuma. Berikutnya terdakwa Karsini yang merupakan asisten rumah tangga pelaku. Kusmawanto dan Aulia didakwa dengan dakwaan yang sama, kecuali Karsini dan kawan-kawan dikategorikan sebagai yang membantu melakukan kejahatan.

Kasus pembunuhan berencana tersebut terjadi akhir Agustus , saat tersangka Aulia terdesak hutang oleh pihak bank yang pada akhirnya Aulia memiliki niat untuk menghabisi atau membunuh Pupung dan anak tirinya. Dia diketahui terbelit utang sebesar Rp10 miliar di dua bank. Uang tersebut untuk membiayai usaha restoran dan bengkel yang kemudian kolaps hingga membuat Aulia kewalahan untuk membayar cicilan sebesar Rp juta per bulan. Aulia kemudian meminta kepada suaminya untuk menjual rumah yang mereka tempati di Lebak Bulus untuk membayar utang.

Namun, permintaan ditolak mentah-mentah oleh Pupung. Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Jumat, 23 Agustus , setelah tersangka meminta tolong kepada pembantunya untuk dicarikan eksekutor untuk membantu membunuh suaminya. Aulia kemudian memulai aksinya dengan mencampurkan obat tidur jenis vandres sebanyak 30 butir ke jus yang biasa diminum Pupung. Dengan bantuan kedua eksekutor itu, Aulia membekap mulut Pupung menggunakan kain yang dicampur dengan alkohol. Sahid bertugas memegang perut dan kaki Pupung.

Hal ini dilakukan karena Pupung sempat memberontak dan mencakar Aulia di tangan sebelah kanan. Pada pukul Mobil tersebut dibawa ke tepi jurang, rencananya mobil tersebut akan dibakar dan didorong hingga jatuh ke jurang agar tampak seperti kecelakaan. Namun, saat membakar mobil tersebut, salah satu tersangka tersambar api dan menderita luka bakar 30 persen dan gagal mendorong mobil tersebut ke jurang. Polisi mendatangi tempat kejadian perkara setelah menerima laporan warga soal mobil terbakar dengan dua jasad di dalamnya, mengadakan penyelidikan dan berhasil mengamankan keempat tersangka di tempat terpisah.

AN INTRODUCTION TO THE SOLAR SYSTEM ROTHERY PDF

Berita Kumpulan Pupung Sadili Hari Ini

The strip later moved to Times Journal, where it remained until January , when Young was fired after spoofing a radio campaign advertisement for then President Ferdinand Marcos. Originally printed in black and white , it has been published in color in recent years. Several book-length compilations have been published, starting with The Best of Pupung in Characters[ edit ] Pupung: the title character.

CONFIGURATION ROUTEUR LINKSYS PDF

Pupung Grill, Mariveles

Seperti diketahui, korban Pupung Sadili dan Putranya Dana diketahui tewas dibunuh oleh pembunuh bayaran suruhan istri mudanya, Aulia Kesuma. Jasad Pupung Sadili dan putranya Dana ditemukan dalam kondisi terpanggang di dalam mobil dikawasan Cidahu, Sukabumi beberapa waktu lalu. Sebelum dimakamkan, jenazah Pupung Sadili dan putranya sempat beberapa hari berada di kamar jenazah Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta. Hal itu dilakukan untuk melakukan identifikasi kedua jasad ayah dan anak itu untuk melengkapi proses penyeilidikan kasus pembunuhan tersebut. Dari hasil penyelidikan polisi, korban terlebih dahulu dibunuh lalu jasadnya dibakar di dalam mobil oleh pelaku untuk menghilangkan jejaknya. Setelah ditangkap, tersangka Aulia Kesuma membuat pengakuan yang cukup mengejutkan.

AKTA PAMPASAN PEKERJA 1952 PDF

Dua Eksekutor Pembunuh Pupung dan Dana Bantah Injak Leher

Karsini alias Tini, mantan asisten rumah tangga ART Aulia Kesuma menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Rabu, 12 Februari Aulia Kesuma, dalang kasus pembunuhan ayah dan anak di Lebak Bulus, menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 10 Februari fakta soal kasus pembunuhan terhadap Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili dan M Adi Pradana alias Dana terungkap pada sidang perdana Jumat, 7 Februari Dalam sidang pembacaan dakwaan terungkap Aulia Kesuma sempat gonta-ganti dukun hingga keluarkan uang Rp 45 juta untuk ritual santet Jumat, 7 Februari Walaupun membantah dakwaan jaksa, Agus dan terdakwa Sugeng nyatanya tak mengajukan nota keberatan atau eksepsi. Jumat, 7 Februari Polda Metro Jaya telah mendeteksi keberadaan dukun santet terkait pembunuhan ayah dan anak, Edi Chandra Purnama alias Pupung Rabu, 11 September Polda Metro Jaya masih memburu dukun santet berinisial Aki tersebut karena diduga ikut serta dalam upaya membunuh Pupung Sadili dan Dana. Rabu, 28 Agustus Pacar M Adi Pradana, Elvira mencium keanehan di kamar sang kekasih yang merupakan korban jasad yang terbakar di Sukabumi. Selasa, 27 Agustus Pelaku pembakar mayat suami dan anak tiri di dalam mobil ternyata adalah istri muda korban.

Related Articles