IKHTIOLOGI IKAN PDF

Ikan Lele Claria batrachus Panjang tubuh berkisar antara Jumlah duri sirip punggung antara buah. Jumlah duri pada sirip dubur antara buah. Bentuk tubuh merupakan pencapampuran dari compress, depress, dan taeniform. Duri pada sirip dada kasar pada tepi luar dan bergerigi pada tepi dalamnya.

Author:Bajar Mekazahn
Country:Rwanda
Language:English (Spanish)
Genre:Automotive
Published (Last):18 September 2019
Pages:320
PDF File Size:18.2 Mb
ePub File Size:4.47 Mb
ISBN:520-2-79378-904-3
Downloads:50720
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Gusar



Secara umum bentuknya seperti torpedo fusiform. Sirip punggung terdiri dari satu jari-jari keras dan delapan jari-jari lemah. Sirip dubur berwarna putih kotor terdiri dari satu jari-jari keras dan sembilan jari-jari lemah. Ikan belanak merupakan spesies ikan eurihalin yang tersebar di daerah tropis dan sub tropis Allen, ; Murdy et al. Ikan belanak tersebar luas di seluruh dunia mulai dari 42o LU sampai 42o LS, yang meliputi daerah estuaria intertidal, perairan tawar, maupun perairan pantai.

Ikan dari famili Mugilidae memiliki prospek yang baik untuk dibudidayakan karena banyak disenangi oleh masyarakat Effendie Populasinya tersebar di perairan tropis dan subtropis. Kebanyakan ikan belanak ditemukan secara mengelompok ekor yang berenang hilir mudik di permukaan estuaria Wahyuni Ikan Belanak seringkali dijumpai berenang diantara akar-akar pohon mangrove, belanak masuk ke laguna, muara sungai dan perairan mangrove untuk mencari makan.

Famili Mugilidae ini berperan penting dalam jaring makanan ekosistem akuatik, yaitu sebagai penghubung antara tingkat trofik yang lebih rendah ke yang lebih tinggi. Famili Mugilidae berperan sebagai detrivora yang memakan detritus, mikro-algae epipitik dan bentik, seperti diatoma, dinoflagellata, dan cyanobacteria.

Selain itu juga memakan zooplankton seperti larva Annelida dan larva Crustacea, dan invertebrata seperti Polychaeta dan Nematoda dengan aktivitas makan diurnal yaitu sekitar pukul Mempelajari dan mengetahui struktur morfologi bentuk luar tubuh ikan belanak.

Mempelajari dan mengetahui beberapa sistem organ tubuh pada ikan belanak. Mempelajari bagian-bagian tubuh dan menghitung sifat meristik dan morfometrik pada ikan belanak. Mengetahui metode atau cara menghitung berbagai ukuran ikan yang digunakan dalam identifikasi dan klasifikasi ikan. Pembaca mampu mengetahui dan mengerti akan struktur tubuh dan sistem organ yang ada pada ikan belanak.

Memahami perbedaan mengenai perhitungan meristik dan morfometrik pada ikan. Kelas : Osteichtyes. Ordo : Perciformes. Famili : Mugilidae. Genus : Mugil. Spesies : Mugil cephalus. Gambar 1. Mugil cephalus Sumber : Jayaweera B. Morfologi Ikan Belanak Ciri morfologi dari ikan belanak Mugil cephalus , diantaranya sebagai berikut : a. Memiliki bentuk tubuh simetris bilateral fusiform , yaitu bentuk tubuh yang hampir mirip dengan torpedo, menandakan bahwa ikan belanak merupakan ikan perenang cepat.

Mempunyai sisik pada tubuhnya dengan jenis sisik ctenoid. Memiliki ctenii duri dibagian ujung sisiknya. Ikan belanak memiliki operculum yang menandakan ikan ini merupakan ikan bertulang sejati. Bentuk mulutnya biasa, tidak memiliki sungut, dengan letaknya yang subterminal, maxillanya berada sedikit dibawah mandibula. Memiliki sirip ekor yang berbentuk homocercal emarginated bukan forked. Memiliki linea lateralis yang cukup banyak yakni berjumlah 4. Mempunyai 2 sirip dibagian punggungnya dorsal.

Mempunyai posisi sirip ventral yang torasik terhadap sirip pectoral. Gambar 2. Morfologi ikan belanak C. Anatomi Ikan Belanak Anatomi pada ikan kerapu yang diidentifikasi oleh kelompok 22 kelas B diantaranya sebagai berikut : a. Organ pernafasan ikan belanak terdiri dari 3 pasang lembar insang, tidak memiliki alat bantu pernafasan seperti arboresen pada ikan lele dan labirin pada ikan betok.

Sistem rangkanya terdiri dari tulang keras atau tulang sejati ditandai dengan adanya operculum pada tubuhnya. Sistem pencernaannya terdiri dari lambung, gizzard tembolok , dan usus yang relatif cukup panjang yang mencirikan ikan belanak termasuk ikan herbivora. Memiliki jenis otot piscine pada tubuhnya yang menunjang dalam ikan belanak untuk bergerak. Gambar 3. Anatomi ikan belanak Gambar 4. Insang ikan belanak Gambar 5. Tembolok ikan belanak Gambar 6.

Otot ikan belanak Gambar 7. Usus ikan belanak 6 2. Morfometrik adalah ciri yang berkaitan dengan ukuran tubuh atau bagian tubuh ikan, misalnya panjang total dan panjang baku. Ukuran ini merupakan salah satu hal yang dapat digunakan sebagai ciri taksonomi saat mengidentifikasi ikan. Hasil pengukuran biasanya dinyatakan dalam milimiter atau centimeter, ukuran ini disebut ukuran mutlak.

Tiap spesies akan mempunyai ukuran mutlak yang berbeda- beda. Perbedaan ini disebabkan oleh umur, jenis kelamin dan lingkungan hidupnya. Faktor lingkungan yang dimaksud misalnya makanan, suhu, pH, dan salinitas merupakan faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan Affandi, et al. Sedangkan, meristik adalah ciri yang berkaitan dengan jumlah bagian dari tubuh ikan, misalnya jumlah sisik pada garis rusuk, jumlah jari-jari keras dan lemah pada sirip punggung Affandi et al.

Bagian tubuh ikan yang diukur berdasarkan ciri meristik yaitu jari-jari keras, jari-jari lunak, perumusan sirip, jumlah sisik, jumlah sisik predorsal, jumlah sisik ventral, jumlah sisik linea lateralis, jumlah sisik batang ekor, jumlah tapis insang dan jumlah finlet. Ciri meristik Ikan Belanak Ciri meristik yang diidentifikasi pada ikan belanak, diantaranya sebagai berikut : 1.

Sirip Ikan kembung memiliki 5 sirip yang melekat pada tubuhnya, diantaranya : a. P - Sirip pectoral, terletak dibagian dada. D - Sirip dorsal, terletak dibagian punggung, belanak memiliki 2 sirip dorsal. D1 lebih dominan tulang keras, sedangkan D2 dominan tulang lunak. V - Sirip ventral, terletak dibagian perut. C - Sirip caudal, terletak dibagian ekor.

A - Sirip anal, terletak dekat lubang anus. Jari-jari Sirip a. Jari-jari keras, berbentuk seperti duri, tajam dan keras. Jari-jari lunak mengeras, berbentuk lateral seperti duri yang sisi posterior bagian apikalnya bergerigi. Jari-jari lunak, bentuk lateral dan bercabang dibagian ujungnya. Linear Lateralis Pada tubuh ikan terlihat adanya satu garis memanjang yang dikenal dengan Linea Lateralis yang dihitung dari sisik berpori paling anterior sampai caudal penduncle atau batang ekor.

Ciri Morfometrik Ikan Belanak Ciri morfometrik yang digunakan dalam identifikasi ikan kembung diantaranya sebagai berikut : a. Panjang baku SL — Standard Length. Panjang lekuk ekor FL - Fork Length. Panjang total TL - Total Length. Panjang kepala HdL — Head Length. Panjang hidung SntL — Snout Length. Panjang orbital OL — Orbital Length. Tingi tubuh BD — Body Depth. Panjang dasar sirip dorsal Dbasel — Dorsal Base Length.

Alat Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ikhtiologi, diantaranya sebagai berikut : 1 Pisau bedah berfungsi untuk menguliti kulit ikan belanak. Bahan Bahan yang dibutuhkan dalam praktikum, diantaranya sebagai berikut : 1 Ikan belanak sebagai spesies yang diidentifikasi saat praktikum. B Sampel ikan belanak ditimbang dan difoto. C Pengukuran meristik dan morfomotrik dilakukan pada ikan belanak, kemudian di tulis didalam logbook. D Identifikasi dilakukan pada ikan belanak. E Ikan utuh, sistem otot, sisik, difoto dan digambar beserta bagian- bagiannya.

F Ikan di bedah dan diamati letak organ dalam tubuhnya. G Ikan yang telah dibedah , insang, gonad, dan organ dalam ikan difoto dan digambar beserta bagian-bagiannya.

H Panjang usus dan lambung diukur serta digambarkan I Identifikasi dilakukan terhadap insang ikan, gonad ikan, kemudian difoto dan digambar. J Setelah praktikum selesai, alat praktikum dibersihkan dan dikembalikan pada tempatnya. Tabel 1. Grafik hasil pengamatan ikan belanak kelas B 4. Perbedaan ukuran berat dan panjang antara tiap ikan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, dimana ada dua faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ikan yaitu faktor dalam dan faktor luar.

Faktor dalam ini sulit untuk dilakukan pengontrolan, sedangkan faktor luar mudah untuk pengontrolannya. Dari hasil pengolahan data morfometrik ikan belanak atau Mugil cephalus Kelas B menunjukan bahwa individu ikan belanak terbanyak pada interval 19, 20,00 sebanyak 6 individu dan individu terkecil pada interval 23,,20 sebanyak 1 individu. Nilai interval ini diperoleh dari pengolahan data TL Total Length ikan belanak dari tiap-tiap kelompok.

TL Total Length dapat digunakan sebagai standar ikan layak tangkap, karena TL ini berbanding lurus dengan bobot ikan yang berarti semakin panjang TL maka bobot ikan juga semakin berat.

Namun pada ikan 12 belanak yang kami identifikasi ada beberapa ikan yang antara TL dengan bobotnya tidak berbanding lurus. Hal tersebut mungkin saja terjadi karena adanya faktor lain seperti jumlah makanan yang dimakan ikan yang kemudian mempengaruhi bobot ikan ataupun adanya kesalahan dalam pengukuran TL. Identifikasi morfometrik seharusnya dilakukan dengan teliti karena dengan adanya data TL ini akan membantu kita dalam menentukan ikan mana yang layak untuk ditangkap. Data seperti ini bermanfaat ketika kita sedang melakukan budidaya.

FLEISCHMANN 6852 PDF

Buku Ikhtiologi: Ikan dan Segala Aspek Kehidupannya

Ikan merupakan kelompok vertebrata yakni hewan yang memiliki tulang belakang. Dengan demikian ikhtiologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari ikan dengan segala aspek kehidupannya. Ikan didefinisikan sebagai binatang vertebrata yang berdarah dingin polikiloterm , hidup dalam lingkungan air, pergerakan dan kesetimbangan badannya terutama menggunakan sirip dan pada umumnya bernafas dengan insang. Ikhtiologi terbagi atas dua yaitu ikhtiologi sistematika dan ikhtiologi fungsional. Ikhtiologi sistematika berbicara tentang morfologi ikan, sedangkan ikhtiologi fungsional lebih mengarah pada fungsi organ pada ikan.

EUROLIVE B210D MANUAL PDF

Mata kuliah ini membahas tentang ikan dan segala aspek kehidupannya. Selama penulis di masa mengikuti perkuliahan hingga sekarang ini, bacaan tentang ikhtiologi masih disajikan dalam cetakan berbentuk diktat sederhana yang terpisah antara ikhtiologi sistematika yang membahas tentang pengelompokan ikan dan ikhtiologi fungsional yang membahas tentang system-system organ tubuh ikan. Maksud utama penulis menyusun buku ikhtiologi ini adalah untuk memberikan bantuan kepada para mahasiswa, peneliti dan yang tertarik memahami ikan dan segala aspek kehidupannya dalam sebuah buku acuan berbahasa Indonesia dengan pembahasan lebih komfrehensif dan diharapkan dapat memperkaya pengetahuan di bidang ini, dimana beberapa catatan penting dari beberapa literature telah termasuk di dalamnya. Namun demikian untuk menambah wawasan khususnya para mahasiswa dianjurkan mencari literatur lainnya sebagai pelengkap secara aktif.

Related Articles